tokobukuistimewa

KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN AGAR ANAK DAPAT MEMBACA

Posted on: March 3, 2011


KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN AGAR ANAK DAPAT MEMBACA

* Keterampilan mengenali bunyi. Anak bisa mendeferensiasi bunyi kata, semisal antara “dadah”, “mama”, “papa”, dan sebagainya. Keterampilan ini biasanya mulai muncul di usia bayi.
* Keterampilan mengenali benda. Orangtua bisa menstimulasi dengan mengenalkan benda-benda yang ada di sekitar anak. Keterampilan ini pun umumnya dimulai di usia bayi.
* Keterampilan mengenal bentuk. Ada bentuk bulat, bundar, kotak, lurus, bengkok, setengah lingkaran, segitiga, sabit, bintang, hati, oval, dan sebagainya. Biasanya di usia batita anak sudah bisa dikenalkan pada konsep bentuk yang nantinya diperlukan dalam pengenalan huruf.
* Keterampilan mengenal simbol/lambang. Setelah anak tahu konsep bentuk, kenalkan padanya berbagai sign atau simbol-simbol, misalnya garis lengkung berpotongan yang menyerupai ikan, lingkaran yang dikelilingi garis tegak lurus sebagai matahari, logo kemasan susu, tokoh dongeng favorit, dan sebagainya.
* Keterampilan mengasosiasi bentuk huruf/tulisan dan bunyi.
* Keterampilan mengenali huruf dan suku kata untuk menggabungkannya menjadi kata. Nah, di tahap inilah anak siap membaca.

MEMBENTUK KESIAPAN PRABACA
Sebelum memasuki masa siap membaca (reading readiness) di usia 6 tahun, pada anak sebaiknya ditanamkan kesiapan prabaca (pre-reading). Apa saja cakupannya dan bagaimana caranya?
* Masalah minat baca
Di usia dini, hal yang paling penting bukanlah mengajari anak membaca, melainkan menumbuhkan minat bacanya. Caranya:

– Jadilah model bagi anak
Tunjukkan, Anda juga senang membaca untuk diri sendiri disamping gemar bercerita, mendongeng, dan mengenalkan wawasan pada anak. Dengan begitu akan terangsang rasa ingin tahunya.
Letakkan buku di tempat yang mudah dijangkau anak. Tunjukkan padanya suatu bacaan. Meski belum bisa membaca, dia tahu membaca itu mengasyikkan dan ada sesuatu yang bisa didapatnya (reward) dari buku.
– Jalinlah kehangatan melalui buku
Orangtua bisa mendongeng sambil anak duduk di pangkuan atau duduk berdekatan. Atur intonasi agar isi buku terdengar menarik dan rasa ingin tahu anak semakin besar. Perlihatkan gambar-gambar yang ada di buku pada anak (supaya cerita tetap mengalir, bacalah selalu bukunya lebih dulu). Dengan kehangatan pada saat mendongeng atau membacakan buku, jalinan emosi orangtua-anak akan semakin kuat.

* Konsentrasi
Konsentrasi harus dilatih sejak usia dini agar kelak anak memiliki kematangan berkonsentrasi. Di usia bayi, contohnya, sering-seringlah menatap matanya saat mengajak bayi bicara, tersenyum, atau tertawa.
Di usia batita, hal ini bisa dilatih dengan menceritakan gambar secara detail. Tunjukkan gambar bunga, umpamanya, lalu ceritakan secara detail mengenai gambar tersebut, selain nama juga warnanya, bagian-bagiannya, dan keistimewaannya. Contoh lain adalah gambar gajah. Jika sebelumnya anak sudah mengenal hewan ini, mintalah ia menceritakan detail tentang gajah yang diketahuinya. Dengan begitu anak belajar mengasah kemampuannya berkonsentrasi. Kalau berkonsentrasi sudah dibiasakan sejak dini, di saat usia 5 tahun anak dapat duduk tenang menyimak guru bercerita atau melihat-lihat dan “membaca” buku.

 

sumber :

http://wselahap.blogspot.com/2008/02/membangun-kebiasaan-membaca
-pada-anak.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

March 2011
M T W T F S S
« Feb   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Daftar Isi

Follow Us @bukuistimewa

TokoBuku Istimewa

Subscription



GRATIS artikel/info/promo terbaru langsung dikirim ke Email Anda

@bukuistimewa

%d bloggers like this: