tokobukuistimewa

TAHAP BELAJAR MEMBACA EFEKTIF

Posted on: March 4, 2011


TAHAP BELAJAR MEMBACA EFEKTIF

* MASA JANIN
Memang belum ada riset yang membuktikan, kebiasaan membacakan buku pada janin membuatnya bisa membaca di usia lebih dini. Yang sudah terbukti adalah kebiasaan mendongeng, membacakan buku, atau mengajak bicara janin mampu menimbulkan rasa tenang. Dari situ, terjalin kehangatan dan kelekatan emosi antara ibu dan anak.
Suara ibu dan kosakata yang diperdengarkan pun merupakan stimulus bagi indra pendengaran janin. Alhasil, setelah lahir si bayi terbiasa menerima rangsangan dari bacaan. Namun, bukan jaminan bahwa setelah lahir, otomatis anak akan memiliki minat baca yang tinggi. Masih banyak faktor lain yang memengaruhinya, baik itu kebiasaan orangtua ataupun fasilitas berupa buku-buku.
* MASA BAYI
Porsi terbesar aktivitas bayi baru lahir sampai usia 4 minggu adalah tidur. Saat yang tepat untuk menstimulasi bayi dengan bacaan adalah selagi dia terjaga dan tenang. Namun, bayi juga perlu banyak melatih aspek motorik dan aspek sensorinya. Caranya tentu dengan bermain. Nah, belajar mencintai buku dapat dilakukan sambil bermain (bersama stimulasi emosi, motorik, dan sensori) dengan selalu menyediakan buku bergambar (ada yang diperuntukkan bagi bayi) di lokasi bermainnya. Dengan begitu, si kecil menjadi akrab dengan benda bernama buku.
* MASA USIA 1 TAHUN
Di awal tahapan usia batita, anak mulai memasuki masa pramembaca (pre-reading). Bacakan cerita paling tidak sekali sehari (tetapi biasanya anak menuntut lebih) dan belikan buku-buku, terutama yang terbuat dari kertas papan agar tidak mudah sobek dan dapat dibersihkan. Kenalkan juga bentuk huruf, angka, dan bentuk-bentuk geometris dasar untuk merangsang rasa ingin tahunya.
* MASA USIA 2-3 TAHUN
Di akhir tahapan usia batita, umumnya anak belum bisa membaca sendiri. Orangtua masih perlu membacakan buku cerita, mendongeng bebas, atau mengajaknya berbincang-bincang. Namun, di usia ini anak mulai bisa mengasosiasikan sesuatu dengan “membaca” bentuknya. Contoh, mengasosiasikan gambar bebek dengan tulisan “bebek” di lembar yang sama. Ia pun dengan cepat mengenali nama restoran cepat saji hanya dengan melihat lambangnya. Jadi, di sini anak sudah bisa membaca gambar/lambang/simbol. Jika ia sudah bisa membaca gambar atau bercerita lewat gambar, ini berarti anak memasuki tahapan untuk dapat membaca. Sebaiknya cari buku-buku yang memuat simbol atau gambar dengan keterangan nama di bawahnya untuk merangsang anak membaca gambar dan tulisan.
Namun begitu, segera hentikan bermain dengan gambar dan tulisan sebelum anak menjadi bosan. Apalagi kalau memang ia tidak menunjukkan ketertarikan, ya tak usah dipaksakan. Carilah kesempatan bermain di lain waktu; main tebak-tebakan gambar dan kata, mencari tulisan tertentu, dan sejenisnya.
Sebaiknya, orangtua tidak membiasakan anak menonton televisi karena biasanya jika lebih dulu suka menonton, anak jadi kurang suka membaca. Aturlah jenis maupun porsi menonton televisi secara bijak. Lebih penting lagi, beri contoh bagaimana orangtua mengutamakan membaca daripada menonton televisi atau main video game dan computer game.
* MASA USIA 4-5 TAHUN
Anak sudah dapat dikenalkan pada alfabet. Gabunglah beberapa huruf membentuk kata dasar sederhana (untuk tulisan bahasa Indonesia bisa dimulai dengan pengenalan suku kata) dan bacakan di hadapan anak. Lakukan sebentar-sebentar tapi cukup sering (yang penting anak tidak bosan). Hindari dulu kata dengan gabungan huruf mati seperti “ng” atau “ny”.
Pilih kata-kata yang bermakna, seperti nama si anak, nama ayah, ibu, dan saudara kandung, atau nama hewan yang disukai agar anak tertarik membaca tulisan di hadapannya. Hindari dulu kata yang bermakna abstrak, seperti “cinta”, “mimpi”, “kekal” dan sebagainya.
* MASA USIA 5 TAHUN KE ATAS
Pelajaran membaca ditingkatkan dengan memintanya mengulang isi buku cerita pendek dengan kata-katanya sendiri. Caranya, setelah membacakan cerita biasakan untuk memintanya menceritakan isinya kembali. Kita bisa tahu apakah anak sudah dapat memahami isi cerita. Lanjutkan dengan diskusi mengenai berbagai hal dalam cerita tersebut, seperti pesan moralnya, karakter tokohnya, dan suasana settingnya.

sumber :

http://wselahap.blogspot.com/2008/02/membangun-kebiasaan-membaca
-pada-anak.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

March 2011
M T W T F S S
« Feb   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Daftar Isi

Follow Us @bukuistimewa

TokoBuku Istimewa

Subscription



GRATIS artikel/info/promo terbaru langsung dikirim ke Email Anda

@bukuistimewa

%d bloggers like this: