tokobukuistimewa

TRIK MEMBACAKAN BUKU SECARA MENARIK

Posted on: March 8, 2011


TRIK MEMBACAKAN BUKU SECARA MENARIK

Membacakan cerita untuk anak merupakan seni tersendiri.
Agar anak tertarik pada cerita yang didongengkan, orangtua harus dapat memberi roh pada isi ceritanya. Itulah mengapa, jangan samakan membaca untuk diri sendiri dengan membacakan bagi anak. Wees Ibnoe Sayy yang akrab disapa dengan Kak Wees, dari Lembaga Rumah Dongeng Indonesia, Yogyakarta, mengatakan, ada beberapa hal penting yang harus dijadikan modal jika kita ingin cerita yang dibacakan menarik dan bermanfaat bagi anak.
1. Kuasai materi dan ketahui karakter tokoh
Sebelum membacakan sebuah cerita, pembaca (dalam hal ini orangtua) harus menguasai terlebih dulu materi yang akan dibacakan. Materi ini mencakup isi buku, jalan cerita yang terjalin pada keseluruhan tulisan maupun makna yang terkandung dalam kalimat demi kalimat. Selain itu, si pembaca juga harus mengetahui karakter-karakter setiap tokoh yang ditampilkan, termasuk memahami kondisi masing-masing tokoh yang diceritakan. Ini dimaksudkan untuk membantu pembaca mengekspresikan suaranya sesuai karakter masing-masing, sehingga dialog-dialog yang ada jadi benar-benar hidup.
2. Mampu menghidupkan suasana
Saat membacakan cerita, pembaca harus mampu menghidupkan suasana. Caranya, selain dengan menjelaskan apa yang tersurat dalam cerita, juga dengan menggugah imajinasi pendengar ke situasi sesuai cerita.
Contohnya, saat menjelaskan sebuah desa. Orangtua harus bisa mengilustrasikan desa itu seperti apa. Misalnya, ada sungai, ada sawah, banyak pepohonan dan sebagainya. Suara si pembaca saat menggambarkan sebuah desa yang asri tentu harus bisa mengajak pendengarnya masuk ke alam imajinasi desa yang dimaksud. Untuk membangun suasana ini pembaca harus bisa membacakan kalimat demi kalimat sedemikian rupa dengan suara yang jelas dan tenang.
Yang tidak kalah penting adalah kemampuan mengeluarkan suara-suara latar sebagai penambah semarak dan penegas apa yang sedang dibacakan. Jangan segan-segan untuk mengeluarkan bebunyian yang menggambarkan suasana atau karakter tokoh, seperti keramaian pasar, deru motor, angin bertiup, atau paraunya suara burung nuri. Hal ini dapat dilakukan jika materi yang hendak dibacakan sudah dikuasai.
3. Mampu menghidupkan setiap kata
Setiap kata yang tertera pada buku mempunyai roh. Itulah mengapa kalau kita tidak bisa menghidupkan kata-kata yang ada, materi apa pun yang kita bacakan pasti akan terasa hambar dan datar. Kalau sudah begini, mana ada anak yang mau mendengarkan berlama-lama?
Lalu bagaimana caranya membangkitkan roh yang ada dalam setiap kata? Bukan sesuatu yang sulit, kok. Saat membaca kata “marah”, contohnya, saat itu juga kita harus bisa mengekspresikan rasa marah, baik lewat mimik maupun dari nada bicara. Begitu juga saat membaca kata “sepi”, yang terucap haruslah terdengar perlahan dan halus agar bisa membangun gambaran mengenai rasa sepi pada pendengarnya. Sama halnya saat membacakan kata “sedih” yang dapat disuarakan secara perlahan dan terbata-bata.
4. Mampu mengembangkan cerita
Kendati bukan suatu keharusan, alangkah baik bila orangtua mampu melakukan pengembangan cerita. Tentu saja ini disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya karena pendengarnya mayoritas anak balita, pintar-pintarlah pembaca “mengubah” cerita menjadi lebih ekspresif dan deskriptif dengan menambahkan keterangan-keterangan sederhana di sana-sini. Bisa juga pembaca menambahkan alat-alat peraga agar pendengar yang masih kanak-kanak tadi bisa semakin memahami apa yang kita bacakan. Di hadapan anak-anak balita sampai anak usia sekolah kelas 2 SD, pembaca sebaiknya membubui cerita lewat dialog-dialog yang bersifat memancing. Contohnya, “Sekarang si srigala akan ke mana?”, “Betul, kalian pintar.” Atau “Bagaimana rasanya kalau kita ditolong?”, “Kalau begitu, apakah sekarang kalian mau menolong?” dan sebagainya.
Gazali Solahuddin

sumber : http://wselahap.blogspot.com/2008/02/membangun-kebiasaan-membaca-pada-anak.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

March 2011
M T W T F S S
« Feb   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Daftar Isi

Follow Us @bukuistimewa

TokoBuku Istimewa

Subscription



GRATIS artikel/info/promo terbaru langsung dikirim ke Email Anda

@bukuistimewa

%d bloggers like this: