tokobukuistimewa

AYO, DISKUSIKAN ISI BUKU

Posted on: March 9, 2011


AYO, DISKUSIKAN ISI BUKU

Tujuannya agar anak bisa memahami makna yang terkandung dalam buku secara benar.
Penjelasan mengenai inti cerita ternyata sangat dibutuhkan oleh anak. Usai membacakan cerita tentang pangeran dan putri raja yang selamat dari cengkeraman makhluk jahat, Anda bisa jelaskan mengenai kekuatan kasih sayang yang tidak terkalahkan oleh apa pun, selain bahwa kejahatan akan kalah oleh kebaikan, misalnya. Isi buku apa pun layak dijadikan bahan diskusi. Entah, buku fiksi, biografi, ilmiah populer, sejarah, atau lainnya. Dengan begitu, seperti kata DR. Reny Akbar Hawadi, M.Psi., dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, anak mendapatkan manfaat lebih banyak dari sebuah buku.
Dengan berdiskusi setelah membaca, anak lebih memahami makna yang terkandung di dalamnya. Berdiskusi pun dapat menghindari terjadinya salah persepsi. Contohnya, mungkin saja maksud cerita adalah ingin menunjukkan perjuangan demi mencapai cita-cita luhur. Akan tetapi anak mungkin memahaminya berbeda, yaitu membunuh dibolehkan kalau kita ingin mencapai sesuatu.
Mendiskusikan bacaan juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri pada anak. “Emotional attachment antara anak dengan orangtua menjadi lebih erat,” tambah Reny. Saat berdiskusi banyak hal yang terjadi di antara keduanya; komunikasi dua arah, ungkapan pikiran dan perasaan, perhatian, sentuhan, arahan, dan sebagainya. Tentu anak akan merasa lebih dekat dengan orangtuanya.
Lewat diskusi bacaan, secara tidak langsung orangtua juga mengenalkan banyak hal kepada anak sebagai bekal hidupnya kelak. Termasuk penanaman nilai-nilai, norma-norma, bahkan pengetahuan dasar untuk hidup bermasyarakat yang didapatnya dari isi buku.

KUNCI KELANCARAN DISKUSI

Agar diskusi bacaan berjalan lancar dan manfaatnya maksimal, simaklah anjuran dari Reny berikut ini:
* Baca dulu
Diskusi tidak akan berjalan dengan lancar apabila orangtua tidak tahu isi buku yang dibaca anak dan pesan di dalamnya. Jadi, jangan hanya anak yang membaca buku tersebut, sebab sebelumnya orangtua pun harus membaca.
* Pendekatan yang pas
Awalnya, orangtua bisa meminta anak menceritakan kembali apa yang telah dibaca maupun dibacakan ayah atau ibu. Tak perlu menuntut anak mengulang jalan cerita dengan sedetail-detailnya. Ingat, yang Anda lakukan bersama anak adalah berbagi pendapat, mengembangkan imajinasi, serta menjelaskan isi bacaan; bukan tes untuk mengukur daya tangkap anak. Yang penting, anak menangkap sesuatu. Dari situ Anda dan anak dapat menemukan topik-topik menarik untuk dijadikan bahan diskusi.
* Lakukan sambil santai
Diskusi tak perlu dilakukan secara formal, tetapi bisa sambil tiduran, bercengkrama di ruang tamu, makan camilan, dan sebagainya. Justru dalam situasi-situasi seperti inilah biasanya suasana menjadi lebih kondusif. Lakukan diskusi pada saat anak sedang mood.
* Membantu mengimplementasikan
Dalam diskusi, orangtua juga dapat membantu anak untuk mengambil manfaat sekaligus mengimplementasikan dalam kehidupannya sehari-hari. Contohnya, meniru kesungguhan sang pangeran yang diimplementasikan lewat kesungguhan belajar agar cita-citanya kelak bisa tercapai.
Irfan Hasuki.

sumber : http://wselahap.blogspot.com/2008/02/membangun-kebiasaan-membaca-pada-anak.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

March 2011
M T W T F S S
« Feb   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Daftar Isi

Follow Us @bukuistimewa

TokoBuku Istimewa

Subscription



GRATIS artikel/info/promo terbaru langsung dikirim ke Email Anda

@bukuistimewa

%d bloggers like this: