tokobukuistimewa

PERPUSTAKAAN DALAM SEJARAH

Posted on: March 25, 2011


PERPUSTAKAAN DALAM SEJARAH

 

Dahulu….
Banyak perpustakaan didirikan oleh umat Islam. Di kota Bagdad, ada sekitar 36 perpustakaan. Semua orang bisa membaca ratusan ribu buku yang tersedia di sana. Para ilmuwan yang bekerja di perpustakaan, diberi emas seberat buku yang ditulisnya. Para pekerja perpustakaan bukan cuma para ilmuwan muslim tetapi juga ilmuwan non-muslim. Sayang sekali, semua itu tinggal kenangan. Banyak perpustakaan yang sudah dihancurkan. Banyak buku dibakar atau dibuang ke sungai.

Buku-bukunya dari mana saja?
Khalifah Al-Makmun mengutus para ilmuwan Muslim ke kota Byzantium untuk mengumpulkan berbagai macam buku ilmu pengetahuan. Kemudian, buku itu dibawa ke Bagdad dan disimpan di Perpustakaan Baitul Hikmah. Perpustakaan tersebut didirikan di Bagdad pada masa pemerintahan Khalifah Al-Makmun. Perpustakaan tersebut menyediakan ratusan ribu judul buku dengan berbagai tema.

Saat itu para ilmuwan hidup berkecukupan, karena khalifah memberikan hadiah emas seberat buku yang ditulis oleh para ilmuwan.
Woow…
Ruangan perpustakaan muslim dirancang sangat apik. Jika kita berada di tengah rungannya, kita akan bisa melihat semua ruangan. Perpustakaan juga dilengkapi ruangan terpisah untuk warraq, tukang jilid, dan pustakawan. Konon perpustakaan Khazain Al-Qasu di Kairo mempunyai 40 ruangan.

Dahulu, ribuan buku yang dipajang di perpustakan bukanlah hasil cetakan mesin. Sebab, pada saat itu belum ada mesin cetak seperti sekarang. Buku-buku itu ditulis langsung oleh seorang petugas yang disebut warraq. Seorang warraq bisa menyalin ratusan halaman dalam beberapa jam saja.

Pada 1258, bangsa Mongol menyerang kota Bagdad. Tiga puluh enam perpustakaan yang ada di kota itu ikut hancur lebur. Buku-buku dilemparkan ke Sungai Tigris. Penghancuran buku juga menimpa Perpustakaan Kordoba di Spanyol. Banyak buku yang dibawa oleh Ratu Isabella, yaitu penguasa yang merebut kota itu. Umat Islam merasa sedih mengenang peristiwa itu….

Demikianlah sejarah yang digambarkan dengan apik di Ensiklopedi Bocah Muslim jilid ke-6. Mengenal sejarah bukan berarti larut dalam kenangan kejayaan masa lalu, tapi untuk bangkit berdiri dengan kepala tegak sejajar dengan umat lain di masa kini, dan kembali menjadi rahmatan lil’aalamiin, rahmat bagi semesta alam, bukan beban dan bukan duri.

Itulah salah satunya yang memotivasi toko buku istimewa kembali mengangkat budaya cinta buku, dengan buku-buku eksklusif bermutu tinggi, disusun dengan referensi orang-orang yang ahli di
bidangnya, mencoba membangun generasi unggul cinta ilmu pengetahuan….karena buku adalah gudangnya ilmu….

Perpustakaan jangan jadi sejarah ah, sudahkah ada perpustakaan di rumah Anda?

dirikan perpustakaan di rumah Anda sekarang juga. toko buku istimewa siap menyediakan sumber bukunya🙂

info : (031) 71134911 – 0899 3936 388

 

 

(disarikan dari berbagai sumber terkait)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

March 2011
M T W T F S S
« Feb   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Daftar Isi

Follow Us @bukuistimewa

TokoBuku Istimewa

Subscription



GRATIS artikel/info/promo terbaru langsung dikirim ke Email Anda

@bukuistimewa

%d bloggers like this: