tokobukuistimewa

KESEPAKATAN BISNIS MUHAMMAD SAW. DENGAN KHADIJAH

Posted on: June 5, 2012


Ketika keponakannya berusia 25 tahun, Abu Thalib berkata kepadanya, “Seperti kau ketahui, hartaku tidak banyak, dan kenyataannya, ini saat-saat yang sulit bagiku. Sekelompok kafilah dari sukumu akan segera berangkat menuju Syiria dan Khadijah binti Khuwailid membutuhkan jasa orang-orang dari suku kita untuk menjaga barang dagangannya. Kalau engkau mau melakukan perjalanan dagang ini, dia akan bersedia mempekerjakanmu.”

Nabi menjawab, “Terserah Paman saja.” Lalu Abu Thallib mendatangi Khadijah untuk menanyakan kesediaannya menerima pelayanan keponakannya. Khadijah segera setuju, sebab dia telah mendengar kejujuran, kecermatan dan watak moral Muhammad yang luhur. Khadijah berkata kepadanya bahwa dia akan memberi ubah dua kali lebih besar daripada yang dia berikan kepada orang lain dari suku Quraisy.

Ibn Ishaq menuturkan versi ini : “Khadijah adalah seorang wanita yang kaya dan terhormat. Dia sering mempekerjakan sejumlah orang untuk membawa barang dagangan ke luar negeri berdasarkan bagi hasil, sebab orang-orang Quraisy memang telah dianugerahi keahlian dalam bidang perdagangan. Ketika mendengar tentang kejujuran, keamanahan, dan sifat-sifat mulia Nabi; dia menugaskan Muhammad agar membawa barang dagangannya ke Syiria sekaligus memasarkannya. Sementara itu, Khadijah membayar Muhammad lebih mahal dibandingkan dengan yang lain. Pada waktu itu Nabi ditemani oleh salah seorang pembantu Khadijah bernama Maysarah. Nabi pun menerima tawaran tersebut. Mereka berdua memulai perjalanan ke Syiria.”

Dalam perjalanan ini, Nabi juga bertemu dengan seorang pendeta Nasrani. Dilaporkan bahwa Nabi berhenti dibawah naungan sebatang pohon di dekat biara tempat tinggal pendeta itu, ketika pendeta tersebut menghampiri Maysarah dan menanyakan siapa orang yang sedang beristirahat di bawah pohon itu. Maysarah menceritakan bahwa orang itu salah seorang dari kaum Quraisy, orang-orang yang menjaga Rumah Suci (Ka’bah). Selanjutnya, pendeta itu berkata, “Tidak seorang pun akan duduk di bawah pohon itu, kecuali seorang Nabi.” Kemudian, Nabi menjual barang dagangan yang dibawanya, membeli segala yang diperlukan, dan memulai perjalanan ke Makkah.

Muhammad Saw. menjual barang dagangannya di pasar-pasar Busra dan memperoleh laba dua kali lipat dibandingkan dengan pedagang-pedagang lain. Karena jumlah ini belum pernah diraih siapapun sebelumnya, Khadijah pun memberi bagian yang lebih besar daripada yang telah mereka sepakati sebelumnya. Perjalanan dagang ini merupakan perjalanan dagang ini merupakan perjalanan yang ketiga atau keempat yang dilakukan Muhammad Saw.

Nabi telah melakukan empat kali perjalanan dagang ke Yaman untuk Khadijah : dua kali ke Habasyah dan dua lagi ke Jorasy (Hakim dalam Mustadrak). Habasyah merupakan salah satu pasar terkenal di Tahamah pada masa Arab Jahiliah.

Disarikan dari Ensiklopedi Muhammad SAW. Seri 3 – Muhammad Sebagai Pedagang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

June 2012
M T W T F S S
« May   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Daftar Isi

Follow Us @bukuistimewa

TokoBuku Istimewa

Subscription



GRATIS artikel/info/promo terbaru langsung dikirim ke Email Anda

@bukuistimewa

%d bloggers like this: