tokobukuistimewa

ORANG-ORANG YANG BERHAK MENERIMA ZAKAT

Posted on: June 25, 2012


Orang yang berhak menerima zakat telah ditentukan dalam Al Qur’an Surah At Taubah (9):60, “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (muallaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah.:

Fakir. Istilah fakir berarti seorang yang papa dan miskin; atau orang jujur dan sehat tetapi menganggur sehingga tidak memiliki sumber penghidupan. Makna kedua inilah yang terdapat pada QS. Al Qashash (28):24 ketika menceritakan kisah Musa yang menganggur karena meninggalkan negerinya, menyelamatkan diri dari ancaman penindasan, untuk mencari suaka di negeri lain; jadi mencakup juga para pengungsi yang terpaksa meninggalkan negerinya akibat gejolak politik (lihat juga QS. Al Hasyr [59]:8 dan Al Baqarah [2]:273). Singkatnya, fakir mencakup semua orang yang miskin, renta, tidak mampu, menganggur dan yang tidak dapat mencari nafkah, termasuk juga yang sedang menunaikan tugas-tigas agama Islam-seperti penuntut ilmu, pengajar, dan para dai-yang tidak berkesempatan mencari nafkah.

Orang Miskin. Kata “miskin” mencakup semua orang yang tidak berdaya karena sakit, usia renta, atau menjadi korban perang, yang tidak mampu bekerja, atau mampu tetapi hasilnya tidak mencukupi kebutuhan diri dan keluarganya. Mereka punya sedikit harta, tetapi masih memerlukan bantuan. Pemberian zakat ini tidak membeda-bedakan ras dan keyakinan. Semua orang yang termasuk fakir dan miskin, terlepas apapun ras dan keyakinannya, menerima bagian zakat. Ini diterapkan oleh Umar ibn Khattab dan Khalid ibn Walid.

Pengumpul Zakat (Amil). Mereka adalah para petugas yang ditunjuk kepala negara (Imam) untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Istilah “amil” mencakup semua pegawai, seperti kolektor, pencatat, penghitung, distributor, penjaga gudang, akuntan dan lain-lain, yang mungkin ditunjuk untuk membantu dalam proses pengumpulan, penyimpanan, distribusi dan administrasi dana zakat. Atas kerjanya ini, amil diberi gaji dari dana zakat, terlepas bagaimana pun kondisi keuangannya. Menurut suatu mazhab, gaji amil tidak boleh melebihi 5% dari dana zakat. Ada pula yang berpendapat bahwa pembayaran total kepada para amil dapat mencapai 75% dari dana zakat. Namun, prinsip dasarnya adalah pengeluarannya tidak dibolehkan-dalam keadaan bagaimanapun-melebihi pemasukan.

Muallafat Al Qulub. Kategori ini mencakup semua orang yang mungkin dapat membantu menegakkan agama Islam. Termasuk juga orang yang baru memeluk agama Islam yang kehilangan harta miliknya dan memerlukan bantuan, bahkan jika mereka bukan “fakir” dan “miskin”. Jika kaum muslim tidak diperbolehkan berdakwah dan melaksanakan ajaran agamanya dan mereka ditindas, dana zakat dapat diberikan kepada mereka jika hal ini dapat meringankan dan menghilangkan penindasan itu.

Pembebasan Tawanan Perang (Budak). Meskipun perbudakan kini telah hilang, manfaat zakat ini dapat dilakukan dengan membantu para tukang yang ahli untuk mengembangkan usaha mereka secara kecil-kecilan daripada bekerja sebagai buruh. Ini tidak hanya akan membantu mereka menjadi majikan bagi diri mereka sendiri, tetapi juga akan sangat meningkatkan kekayaan negara bersangkutan.

Orang yang berutang. Semua orang yang berutang dan tidak mampu melunasinya, dapat dibantu dengan dana zakat. Syaratnya, utang itu bukanlah untuk mendapatkan sesuatu yang haram. Untuk tujuan ini, yang berutang diklasifikasikan kedalam dua kategori, pertama, mereka yang berutang untuk membeli kebutuhan-kebutuhannya. Jika mereka tidak kaya serta tidak memiliki kekayaan melebihi nisab yang telah ditetapkan, utang-utangnya dapat dilunasi dari dana zakat. Kedua, mereka yang berutang untuk menolong orang lain. Maka, utang orang seperti ini, baik kaya ataupun miskin, akan dilunasi dari dana zakat.

Fi Sabilillah (di jalan Allah). Ini adalah suatu istilah yang sangat luas. Bentuk prakteknya hanya dapat ditentukan menurut kondisi dan tuntutan zaman. Pos ini dapat mencakup berbagai hal, seperti bantuan persiapan jihad; anggaran untuk fasilitas medis bagi orang yang sakit dan terluka; bantuan beasiswa bagi tidak mampu membiayai pendidikannya; atau bagi orang-orang miskin yang menghafal Al Qur’an. Singkatnya, pos ini mencakup berbagai upaya demi kepentingan umat muslim dan agama islam. Menurut Imam Baidawi, “di jalan Alah” juga bisa mencakup biaya untuk membangun jembatan dan benteng untuk kepentingan orang-orang fakir (miskin)

Musafir. Orang yang sedang melakukan perjalanan lalu tertimpa kesulitan dan tidak dapat menggunakan hartanya-karena jauh dari rumah-disebut musafir. Dia membutuhkan bantuan finansial untuk menyelesaikan perjalanannya. Dia dibantu dana zakat, asalkan perjalanannya itu tidak dilakukan semata-mata untuk bersenang-senang atau untuk tujuan yang haram. Musafir dapat dibantu dengan uang kontan atau sarana dan fasilitas-fasilitas lainnya dalam bentuk rumah peristirahatan, ruang tunggu, tempat mandi, dan lain-lain, di stasiun- stasiun dan tempat-tempat layak lainnya di seluruh negeri. Bahkan pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan baru dan lama dapat dimasukkan dalam kelompok ini. Sesungguhnya, semua fasilitas yang memudahkan dan menunjang perjalanan dalam negeri yang bersangkutan serta yang meramaikan lalu lintasnya dapat dimasukkan dalam kelompok ini.

Kedelapan jenis pengeluaran ini mempunyai jangkauan yang sangat luas dan mencakup hampir semua bentuk jaminan sosial di dalam suatu masyarakat. Namun, perlu diingat bahwa ke delapan kelompok penerima zakat ini memiliki hak klaim atas zakat hanya jika mereka telah berusaha semaksimal mungkin untuk mencari penghidupan, tapi belum berhasil mencukupi nafkah diri dan keluarganya. Dengan demikian, Islam di satu pihak mendorong orang untuk bekerja keras dan mencari penghidupan dan di lain pihak memerintahkan negara muslim untuk menyediakan pekerjaan pada setiap penduduknya. Dengan demikian, melalui usaha pribadi dan bantuan negara, setiap anggota masyarakat harusnya dapat memperoleh penghidupannya di suatu negara muslim. Namun, jika masih ada yang tidak mampu mencukupi nafkahnya, zakat membantu mereka dalam kondisi yang sulit itu.

 

Disarikan dari Ensiklopedi Muhammad SAW. Seri 3 – Muhammad Sebagai Pedagang.

Info : (031) 71134911 atau kirim email ke : tokobukuistimewa@gmail.com

Untuk cara pemesanan, silahkan lihat disini

 

sumber gambar : ibnuabbaskendari.wordpress.com

1 Response to "ORANG-ORANG YANG BERHAK MENERIMA ZAKAT"

Syukron atas postingannya. Ini sngat membantu bagi masyarkt awam yang akan memberikan zakatnya supaya tdk salah sasaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

June 2012
M T W T F S S
« May   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Daftar Isi

Follow Us @bukuistimewa

TokoBuku Istimewa

Subscription



GRATIS artikel/info/promo terbaru langsung dikirim ke Email Anda

@bukuistimewa

%d bloggers like this: