tokobukuistimewa

KEINGINAN

Posted on: June 27, 2012


Keinginan (wants) dan pemuasannya merupakan ciri pokok perjuangan ekonomi manusia. Seluruh harta kekayaan diperoleh untuk memuaskan kebutuhan manusia. Nabi bersabda, “Seandainya Tuhan memberikan kepada manusia satu bukit penuh emas, dia akan meminta satu bukit lagi, dan seandainya dia diberi (bukit emas) yang kedua, niscaya dia akan meminta yang ketiga; manusia tidak akan pernah puas sampai dia mati” (HR. Bukhari).

Keinginan manusia tidak terbatas. Jika satu keinginan terpenuhi, timbul yang lainnya. Dan, jika itu sudah dipenuhi, keinginan lain datang lagi. Dengan demikian, orang berjuang terus sepanjang hidupnya untuk memenuhi mata rantai keinginannya yang tidak pernah putus-putusnya, namun yang tidak pernah dapat dipuaskannya. Inilah karakteristik keinginan, dan inilah yang menyebabkan adanya usaha yang konstan sebagian orang memenuhinya. Al Qur’an mengacu pada karakteristik ini dalam ungkapan berikut, sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh (QS. Al Ma’arij [70]:19).

Dengan demikian, secara alami manusia bersifat tamak dan gelisah (tidak sabar) untuk memuaskan keinginan-keinginannya. Dia tidak pernah berhenti pada satu hal. Setiap keinginan baru memberikan daya dorong selanjutnya. Dengan cara ini, dia maju dan terus maju. Sesungguhnya, ini merupakan kunci menuju keberhasilan dan kemajuannya, Dijadikannya terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang (QS. Ali Imran [3]:14).

Kecintaan manusia terhadap hal-hal tersebut alamiah sifatnya dan tidak ada bahaya di dalamnya, asal saja dia masih berada dalam batas-batas kewajaran. Kecintaan yang sedang-sedang saja terhadap hal-hal tersebut akan memberikan dorongan yang dibutuhkan untuk membuat manusia berjuang dalam memperoleh pemuasan keinginannya. Keinginan mutlak diperlukan bagi kehidupan manusia dan tanpanya manusia tidak dapat hidup. Diantara keinginan-keinginan itu adalah kebutuhan-kebutuhan pokok (primer, dharuriyat-ed.): makanan, pakaian dan tempat tinggal.

Islam memberi pengesahan dan dorongan bagi manusia untuk mendapatkan pangan, sandang dan papan yang baik. Hadist Rasulullah berikut ini mengikhtisarkan tujuan dari segala aktivias ekonomi manusia, “Cukuplah bagi kamu (hal-hal yang berkaitan dengan) dunia ini, jika ia menghilangkan rasa laparmu, menutup tubuhmu, dan bersama dengan kedua hal ini, engkau mendapatkan (naungan tempat berlindung) yang kau huni; jika, dan bersama hal-hal ini, kamu mendapat sesuatu untuk dikendarai, lalu apalagi yang kau inginkan?” Dalam hadist ini, Muhammad merangkum kebutuhan-kebutuhan pokok yang dalam keadaan bagaimanapun, harus disediakan bagi setiap anggota masyarakat.

Islam mengisyaratkan perlunya manusia mengejar kebutuhan-kebutuhan sekunder (hajiyat-ed.), yaitu kebutuhan-kebutuhan yang tidak begitu esensial tetapi diperlukan. Misalnya, seorang buruh membutuhkan makanan yang baik, termasuk daging, susu, mentega dan lain-lain, untuk menjaganya agar tetap sehat, kuat dan dapat bekerja.

Lebih jauh dari itu, Islam membolehkan manusia menikmati keindahan, hiburan dan kenyamanan (kebutuhan tersier, tahsinat atau kamaliyat-ed.). Al Qur’a, misalnya, memerintahkan umat muslim untuk mengenakan pakaian yang indah-indah ketika akan shalat. Wahai Anak Adam! Pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid (QS. Al A’raf [7]:31). Indah disini maksudnya bukan hanya pakaian yang memberi tambahan keindahan pada pemakainya, melainkan juga kerapian dan kebersihan, perhatian terhadap rambut dan detail lainnya yang dianggap perlu oleh seseorang yang berbudaya. Perhiasan juga diperbolehkan (QS. Al A’raf [7]:26 dan 32, An Nahl [16]:8, Al Kahfi [18]:7). Hiburan adalah benda-benda yang dapat memberikan kesenangan dan kemudahan kepada seseorang dan umumnya memiliki manfaat yang lebih besar daripada biayanya.

Adapun berlebih-lebihan dalam kesenangan pribadi atau dalam pengeluaran belanja untuk memenuhi sejumlah keinginan yang tidak terlalu penting disebut “kemewahan”. Wahai Anak Adam! Pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan (QS. Al A’raf [7]:31).

Larangan mengonsumsi barang-barang mewah kadang kala dilakukan dengan memperingatkan agar “bertakwa kepada Allah” dan kadang kala dengan memerintahkan kepada mereka “untuk tidak mengikuti langkah-langkah setan”. Mengonsumsi barang-barang mewah adalah racun yang dapat membunuh secara perlahan-lahan namun pasti, dan dapat menghancurkan masyarakat. Pemanfaatan barang-barang mewah antara lain membuat manusia menjadi malas, pemboros dan bersikap berlebih-lebihan. Hal itu akan menumbuhkan dalam dirinya kebiasaan-kebiasaan buruk, yaitu bergantung kepada orang lain, malas, benci akan pekerjaan, tidak bertanggung jawab dan lain-lain. Selanjutnya dia akan selalu siap untuk bersikap berlebihan (bahkan dalam melakukan kejahatan dan dosa) dengan tujuan memperoleh dan mempertahankan kehidupannya yang mewah; dia tidak akan segan-segan mengganggu hak-hak orang lain serta merampas harta mereka dengan cara yang tidak sah. Semua itu akan mengakibatkan tersebar-luasnya suap, korupsi, nepotisme dan lain-lain dalam masyarakat. Pendek kata, dia siap mengobarkan apapun juga untuk mempertahankan kesejahteraan dirinya-termasuk mengorbankan kemaslahatan masyarakat, demi mengejar kesenangan dan keinginan pribadinya.

Disarikan dari Ensiklopedi Muhammad SAW. Seri 3 – Muhammad Sebagai Pedagang.

Info : (031) 71134911 atau kirim email ke : tokobukuistimewa@gmail.com

Untuk cara pemesanan, silahkan lihat disini

sumber gambar : elok46.multiply.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

June 2012
M T W T F S S
« May   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Daftar Isi

Follow Us @bukuistimewa

Subscription



GRATIS artikel/info/promo terbaru langsung dikirim ke Email Anda

@bukuistimewa

%d bloggers like this: